PEMBUATAN SILASE JERAMI SEBAGAI PAKAN TERNAK SAPI
Silase adalah pakan yang telah
diawetkan dan di proses dari bahan baku yang berupa tanaman hijauan, limbah
industri pertanian dengan jumlah kadar/kandungan air pada tingkat tertentu
kemudian dimasukan dalam sebuah tempat yang tertutup rapat kedap udara atau
silo, selama kurang lebih tiga minggu. Tujuan utama pembuatan silase adalah
untuk mengawetkan dan mengurangi kehilangan zat makanan suatu hijauan untuk
dimanfaatkan pada masa mendatang.
Bagaimana cara membuat silase jerami
?
Alat
-
Timbangan
-
Drum/silo
-
Parang/sabit
-
Ember
-
Kantong
plastik
-
Tali raffiah
Bahan :
-
Jerami
padi 30 kg
-
EM4
20 ml (2 tutup botol)
-
Bekatul
3 kg (10% dari 30 kg jerami)
-
Molasses
500 ml
-
Air secukupnya.
Cara Pembuatan
1. Menimbang semua bahan yaitu jerami
padi sebanyak 30 kg, bekatul 3 kg, dan menakar molasses sebanyak 500 ml dan EM-4
sebanyak 20 ml.
2.
Menghamparkan
jerami di atas lantai yang bersih.
3.
Mencampur
EM-4 dan molasses, kemudian memercikkan pada jerami secara merata.
4.
Menaburkan
bekatul pada jerami secara merata.
5.
Menambahkan
air jika tingkat kebasahan campuran kurang dan belum merata.
6.
Mengaduk/mencampur
semua bahan secara merata dengan membolak-balikkan jerami.
7.
Memasukkan
hasil campuran kedalam drum (silo) sedikit demi sedikit, sambil di padatkan (di
injak-injak), agar udara yang ada dalam drum dapat dikurangi atau dihilangkan
sama sekali.
8.
Setelah
semua bahan campuran di masukkan, maka silo di tutup dengan katup serapat
mungkin, agar tidak ada udara yang masuk dan proses ensilase (pembuatan silase)
secara an-aerob berjalan dengan baik.
Silase dapat berkualitas
baik apabila proses pembuatan dilakukan secara tepat dan benar. Ciri-ciri
silase yang baik adalah : berbau harum agak kemanis-manisan, tidak berjamur,
tidak menggumpal, berwarna kehijau-hijauan, pH berkisar antara 4 sampai 4,5.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar